Ngambek itu sexy lho.........

Kamis, 16 September 2010

sejujurnya aku merindukanmu,,,,
aku selalu menanti sapamu.....
tak jemu ku menanti hadirmu...
tiada letih ku menanti cumbu rayumu......

kamu jahat......
belum kau sentuh aku kamu sudah rapat...
belum sempat kau cumbu aku, kamu sudah minggatttt..
kamu jahat!!!! Laknatttt!!!!!

Iri dan cemburu..salahkah? Wajar...lah...siapa pun punya rasa itu. Entah itu  tukang cendol, satpam,  diplomat atau pun pejabat.. semuanya jika mau jujur, penuh sesak akan iri dan cemburu. Siapa yang ndak senang saat pujaan hati sms, telephon atau sekedar miscall..... "Hii say,,,,,lg apa? Sudah makan?" Nampak basi ya.... Ndak ada sms pun kalo lapar ya makan ya.. memangnya kalau belum makan mau tratir atau nyuapin ya..... Kalau dikasih tau sedang apa atau lagi apa  pengaruhnya juga apa ya....hehehhee....basi,,,, "Dia miscall aku....kangen kah dia ma aku ya?" Hahhaaaa......aku diingat olehnya. Ah,,,sms ndak,,,miscall pun ndak,,,,apalagi telephone..... Malam minggu pun kau tak datang.....sibuk ini sibuk itu.....alasan ini dan itu..... Aku ulang taun pun ndak ada ucapan dan bingkisan....apalagi datang dengan peluk kerinduan.....

Sakit deh rasanya,,,aku sms tak terkirim,,,,,menunda..... Bete dah,,,aku telephon sautannya denging sakit di telinga..... Banting aja ini hape.....hah??? hancur dung....rusak dung... ndak deh..lagi ndak ada budget service hape apalagi beli baru...... Tapi hati ini panas.....!!!! Pengen ku teriak,,,,,memaki....mengumpat lepaskan segala cemburu... huffff...siapa mau peduli ya....dia di sana....aku di sini...terbentang jarak......terbentang segala sekat...... Sekat ego dan congkakmu......

Aku mau ngambek aja ah.... Biar aja....aku juga bisa kok ndak butuh kamu..... Mangnya aku aja yang butuh kamu? Liat deh....klo kamu butuh,,,, harus dibayar mahal!!!!!!!!!

Kemaren kamu sibuk sama para si perakit bom, lalu sibuk sama tikus-tikus koruptor....lalu sibuk sama si Ariel dan Luna Maya, juga Cut Tari.....dah tu kamu sibuk ma saudara serumpunmu.....Belum lagi itu semua reda,,,kamu sibuk sama para pemburu tiket surga yang saling caci perebutkan tiket ke surga.... Huffff!!!!!

Kamu lupakan aku, sentuh aja ndak.....lirik juga ndak,,,,,,apalagi sapa dan sediakan waktu dan cintamu....

Haruskah dengan banjir dan tanah longsor aku  ungkapkan kerinduanku akan hadirmu? Haruskah dengan kabut pekat aku minta perhatianmu? Haruskah dengan jerit haus dan dahagamu karena kekeringan aku minta hadirmu?

Bete aaahhhh.......!!!!!

Prrrrraannnkkkk!!!!!!

Selasa, 14 September 2010


“ ....ini bukan karena kita tidak mampu, ini bukan karena kita diam saja…. Masyarakat kita sudah manja, masyarakat kita statis....tuli.....tidak tau peluang. Banyak uluran kita tidak disambut baik.........”

Belum sempat sambutan kepala dinas di acara halal bihalal di sebuah kantor dinas  ini selesai...... Praaaaankkkk!!!!!..... melayang gelas kopi tepat jatuh di hadapannya.......

Suasana mencekam....diam tak ada yang berani beringsut...... sesosok kusam berambut setengah gondrong berdiri........

“Bukan kami yang tuli…..tapi kalianlah yang bisu……!!!!!!”

Tak lama berselang dari kesunyian, terdengar suara kuda besi meringkik dan  melengking........penuh gairah amarah....... 

Penanaman Gaharu : sangat mudah, bisa dilakukan di sela-sela kesibukan yang lain

Senin, 13 September 2010



Proses penanaman gaharu cukup sederhana, tidak memerlukan keahlian khusus, bisa dilakukan di sela-sela kesibukan yang lain atau bisa dilakukan sebagai agenda liburan atau akhir pekan....pasti akan menyenangkan...


Langkah awal adalah pemilihan jenis gaharu.  Ada cukup banyak jenis gaharu. Jenis mana yang sebaiknya dibudidaya/ditanam bisa dikonsultasikan pada dinas/departemen kehutanan, dinas pertanian, para penyuluh pertanian atau pada pihak penyedia bibit dan konsultasi budidaya gaharu. Penanaman dengan tujuan untuk penghijauan, disarankan menanam semua jenis yang ada, trntunya sesuai dengan ketersediaan bibit. Jika penanaman yang dilakukan dengan tujuan  untuk mendapatkan hasil panenan yang maksimal maka perlu melakukan pemilihan jenis yang bisa menghasilkan secara maksimal. 


Pada dasarnya jenis Aquilaria malaccensis, A. microcarpa serta A. crassna adalah species penghasil gubal gaharu dengan aroma yang sangat disenangi masyarakat Timur Tengah, sehingga memiliki harga paling tinggi. Bibit bisa didapatkan dengan pembibitan dari anakan (cabutan), stek, cangkok maupun dengan system kultur jaringan. 


Lokasi Penanaman


Gaharu dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 750 m dpl (bahkan masih dibisa di tempat yang lebih tinggi walau pertumbuhannya agak lambat). Penanaman bisa dilakukan dengan pola tanam monokultur atau dengan sistem tumpangsari (ini lebih disarankan). Jarak tanam 3 x 3 m (1.000 pohon/ha.), namun dapat juga 2.5 x 3 m atau 2.5 x 5 m. Jika tanaman gaharu ditanam pada lahan yang sudah ditumbuhi tanaman lain sebagai tanaman tumpang sari, maka jarak tanaman gaharu 3 m dari tanaman tersebut. Karena pohon gaharu ini tidak diambil kayunya sebagai bahan bangunan, maka sebenarya jarak tanam tidak menjadi keharusan. Ada beberapa petani yang justru menanam gaharu dalam jarak yang sangat rapat 2 x 1 m, hanya saja ini akan memerlukan pemupukan yang cukup dan rajin melakukan pemangkasan cabang. Penyiapan lubang tanaman untuk bibit dengan ukuran lubang tanam 40 x 40 x 40 cm. Lubang yang sudah digali dibiarkan minimal 1 minggu, agar lubang beraerasi dengan udara luar. Kemudian masukkan pupuk dasar, campuran serbuk kayu lapuk dan kompos dengan perbandingan 3 : 1 sampai mencapai ¾ ukuran lubang. Kemudian setelah beberapa minggu pohon gaharu siap untuk ditanam. Penanaman bibit gaharu sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan di pagi hari sampai jam 11.00, dan dapat dilanjutkan pada jam 16.00 sore harinya.


Ke mana mendapatkan bibit? Sebenarnya sudah ada cukup banyak pihak penyedia bibit dan juga penyedia jasa konsultasi budidaya gaharu ini. Jika kesulitan untuk mendapatkan informasinya, bisa menghubungi dinas atau departemen pertanian, perkebunan dan kehutanan. Jika akses ke dinas/departemen terkait tidak dimungkinkan, Tunas Gaharu Magelang akan dengan senang hati untuk berbagi informasi.















Pemerkosaan di Pagi Hari

Pagi yang indah ini sudah kucemari dengan caci dan maki. Bagaimana tidak. Di pagi-pagi buta, seorang kepala dinas  menelphon dan “menodong” THR.
“Mana THR buat saya boss? Saya kan sudah embantu program boss di desa…..”
Santun kataku menjadi meredup…..
“Semenjak kapan saya jadi bos bapak?” aku coba berbalik arah. Sang kepala dinas tetap nerocos, memintaku memberikan THR. Tak tanggung-tanggung, dia pun berani menyebutkan angkanya……Delapan Juta Rupiah….. Bukan angka yang sedikit….
“ Di mana kita bisa ketemu? Bapak ke rumah saya atau saya ke rumah bapak?” aku coba pancing dia. Akhirnya sang kepala dinas menyebutkan nama kedai (warung) kopi.

Tanpa mandi, tanpa cuci muka ku hentak si Garong tanpa sedikitpun foreplay.......

Sebuah kedai kopi di ujung pantai, belum ada tanda-tanda kedai kopi dibuka untuk melayani pembeli, suasana lebaran tentunya. Sudah terparkir seonggok honda jazz, tak lain, sang kepala dinas sudah menantiku. Hmmm…uang…uang…membuatnya datang lebih awal……

Senyum lebar berbau rupiah menyapaku, jabat tangan hangat meraih tangan dingin beku.

Sisi rimbaku tak bisa menahan gejolak kemarahan. Bak singa seminggu tak jumpa mangsa.  Bak jantan gajah diusik saat bercinta......

Bukan sepeser pun THR di dapat sang kepala dinas…..

Sang kepala dinas, minta diri…kopi panas pun belum sempat disentuhnya…..

Sakit hati ini, bukan sekali ini saja. Ini hanyalah satu bagian dari serentetan  pemerkosaan terhadap kekasih-kekasih jelitaku......

memerahkan si hijau

Sabtu, 11 September 2010

"Bagiku, merah adalah pink. Merah adalah hati. Merah adalah valentine. Merah adalah Cinta. Cinta adalah memberi. Cinta adalah berbagi."

"Bagiku, hijau adalah daun, hijau adalah tanaman, hijau adalah hutan"

Kenapa hingga kini, program-program "Green" yang banyak dicanangkan, banyak diteriakkan dan banyak dikucuri dana besar tetap belum membawa hasil yang significant? Kanapa slogan-slogan go green, cintai alam, cintai lingkungan, jaga hutan dan sejenisnya berhenti pada slogan penghias saja? Jelas, karena tanpa didasari dnegan cinta yang tulus.... Yang terjadi justru sebaliknya....dalih "go green" atau sejenisnya, proyek dijalankan dan menjadi ajang berebut keuntungan, menjadi lahan ketamakan yang disebut korupsi....

Cinta tanpa perbuatan adalah nol. Cinta tanpa aksi nyata adalah omong kosong.....

Menanam, ya menanam pohon dengan dilandasi cinta, akan semakin menjadikan si hijau merona...menjadikan hutan sebagai lahan yang nyaman, asri. Menjadikan hutan sebagai "bank" air. Manjadikan hutan sebagai "bank" oksigen.....

Mari....menanam pohon....

" Gaharu ki opo to mas?" seorang teman bertanya.

Sabtu, 04 September 2010

" Gaharu ki opo to mas?" seorang teman bertanya padaku mengawali chating tadi pagi sehabis sahur.

"Weh ndak tan blas po?" sambung ku....
"Iyo....pernah denger unen-unen sik muni sudah gaharu cendana pula" sambungnya....
"Wes gini aja....nek ada waktu 10 an menit...cobo browsing nang internet...ketik ae Gaharu.....ato cobo baca ae beberapa 'notes' nang fb ku iki. Ono informasi tentang gaharu...." kataku.

Tak ada jawaban di jendela chatingan....ku pikir dia dah ke mana....kencing atau ke mana. Ku aduk kopiku yang masih kemebullllll....sambil kunyalakan sebatang rokok...... Senandung Bob Marley menemaniku......

" Buzzzz.....Buzzzzz...." Busyet.....terkejut aku. Rupanya temenku nge-buzzz. Benernya aku sangat ndak suka di-buzzz....
"Uedan......uedan......" kubayangkan wajah polosnya. Hihihiii...pasti lucu dia....
"Ra ngapusi po kui? Tenanan po?" tanya temenku
"Apane?" jawabku sok pura-pura coollll....
"Gaharu....gaharu kui....."
Tanpa menunggu jawabku...dia nyerocos....critanya dia curhat tentang kehidupannya..... Aku ndak terbiasa memotong, maka ku perhatikan dengan seksama. Krang lebih, curhatnya gini :

Lima Belas tahun dia bekerja di Jakarta.... Sepuluh tahun yang lalu dia memberanikan diri menikahi temen se pabrik di mana dia bekerja. Selang satu tahun....mereka dikaruniai seorang anak.....dua tahun berselang kembali karunia anak mereka terima..... Selama di Jakarta (owh ya..temenku bekerja di sebuah pabrik sepatu di Jakarta, mugkin bekasi atau Tangeran tepatnya) mereka menempati sebuah rumah kecil, kost,,,
Dia menceritakan berapa gajinya plus lemburan-lemburan yang diterima setiap bulannya. Dia juga cerita berapa biaya hidup selama sebulan. 
Sungguh luar biasa, pikirku dalam hati.....dalam kondisi itu temenku sanggup bertahan...... Semua jerih payahnya dalam sebulan....berangkat di pagi hari saat matahari belum beranjak....pulang di saat matahari sudah di peraduan.... "Aku ndak pernah ketemu srengene (matahari)", habis tak bersisa....itu pun istrinya sambil jualan gorengan di deket gang tempat mereka kost. Bayar kost, makan, bayar listrik, bayar keamanan, bayar biaya kebersihan, jajan anak-anaknya, biaya naek bis ke tempat kerja, biaya kesehatan (setiap bulan selalu ada saja yang perlu ke dokter, puskesmas), kadang harus kondangan kawan yang nikah atau lahiran anak atau ada sripah (meninggal), iuran ini dan itu.......
"iso nabung ra?" tanyaku...
"Boro-boro nabung...." jawab temenku...kubayangkan temenku sambil menerawang...
"Lho nek mulih kampung tiap opo?"
"Yo nek meh lebaran gini, lumayan dapat THR...." jawabnya....
"Lha di kampung jeh ada lahan kebon to,,,," tanyaku membuyarkan lamunan temenku....(mungkin lagi menerawang...dengan THR yang didapat...apa bisa beli baju baru buat anak-anak dan istrinya....apa juga cukup buat beli tiket Jakarta-Magelang PP...apa juga cukup untuk ngasih sekedar uang jajan ponakan-ponakannya....).

"Wes ngene mas....gaharu bibite siji regane piro? Aku mulih sesuk meh nandur....." saut temenku...kali ini lamunanku yang tersadarkan...
"Tenan po? Nek meh nandur..nanduro.....bibite tak kek'i gratis....perlu piro bibite?" jawabku serasa jadi juragan,,,,hehehee....
"Lemahe simbok ora ombo....ming sitik...nek sesuai notes nang fb mu iki...kurang luwih aku perlu bibit sewidak (60)" jawab temenku....aku merasakan dia mulai semangat.
"Yoh wes.....bibite tak kasih gratis,,,ning syarate kudu ditandur,,,,,," kembali aku menjawab dengan gaya juragan....
"Sip...jos gandos........" jawab temenku.....

Itu tadi cerita ngobrol dengan temenku tadi pagi....sehabis sahur, temenku melarikan diri ke warnet deket kostnya....

Kisah yang dialami temenku ini bukan kisah asing. Ada banyak kisah sejenis.....kerja mati-matian demi kelangsungan hidup di kota besar (Jakarta). Banting tulang, tidak kenal panas dan hujan...ada juga yang sampai tidak kenal matahari...... Bisa cukup sudah alhamdulillah puji syukur..... 

Bukan omong kosong, bahwa sebenarnya jika mau capek sedikit.....punya cadangan "tanaman" di desa....yakin dah mata rantai kepedihan di kota besar (Jakarta) suatu saat akan terputus.....bahkan sangat dimungkinkan.....kota besar bukan lagi menjadi tempat menggantungkan masa depan keluarga, masa depan anak-anak....

Gaharu hanyalah salah satu pilihan, ada banyak jenis kegiatan menanam/bertani yang bisa dilakukan. Tidak harus memiliki ketrampilan khusus.....kebun dan sawah akan mengajari bagaimana menanam, bagaimana merawat, bagaimana mencintai tanaman.....

Selamat "bermudik" ria...selamat di jalan sampai di tujuan..... Buka mata, telinga dan hati saat di kampung...mainlah ke sawah....mainlah ke kebun.....di situ ada jaminan masa depan yang lebih "nyaman"....



tidak sulit kok....

Pengembaraan di Serambi Mekah : Gaharu persinggahan akhir IV (Habis)

Besarnya korban....
Besarnya kehancuran....
Besarnya hal yang harus dipulihkan....
Tak menafikan berdampak plus dan minus.....

Plus.....
Aceh menjadi open-wellcome bagi siapa saja....
Agama, suku, warna kulit, kewarganegaraan.....bukan lagi penghalang....

Plus....
Dunia hadir....
Dunia melihat...
Dunia mendengar...
Dunia menyaksikan....
Dunia terlibat......

Plus....
Sengketa laten..
RI - GAM..
duduk bersama...
bersepakat bangkitkan Aceh.....

Minus.....
Aliran rupaih...
Aliran dana....
Aliran "baik-hati"...
Aliran perhatian.....
Menerjang bagai dasyatnya bencana yang dsebut tsunami itu sendiri.....

Minus....
Ketergantungan....
Manja.....(menghindari istilah malas)
Perebutan kepentingan.....
...tak bisa dipungkiri...
menjadi bencana baru......

Aku.....
ya..aku....tak peduli....
aku bukan sosok munafik....
aku bukan super hero layaknya superman, spiderman atau bahkan robin hood...
aku dapat gaji....berlebih bahkan (untuk ukuranku)
..sisi lain dari itu....
Aku bersahabat...
Aku bermitra....
..dan....
Aku bersaudara.....

Aku kini berani mengukuhkan...
Aku berani berujar......

.....Loen..Aneuk Nangroe......

Di pengakhir langkahku......
ku harus melangkah....
aku harus beranjak.....
(bukan tuk melupakanmu/Aceh...)
ku bawa serta segala kenangan.....
ku bawa serta semua peristiwa.....

serasa tak rela melepaskanku pergi.....
Engkau (Aceh) menyertai langkahku....
Engkau mandatkan GAHARU menyertai langkahku......

Ya...
Gaharu....
Sahabat yang ku kenal di pengakhir langkah.....
..dan yang akan menyertai....menemani....
.....mengajari ku bangun asa....